Entradas populares

what Shigella is it ??

Shigellosis

Shigellosis is an acute bacterial infection of the lining of the intestines.

Causes

Shigellosis is caused by a group of bacteria called Shigella.
There are several types of Shigella.
  • Shigella sonnei, also called "group D" Shigella, is responsible for most cases of shigellosis in the United States.
  • Shigella flexneri, or "group B" Shigella, cause almost all other cases.
  • Shigella dysenteriae type 1 is rare in the U.S. but can lead to deadly outbreaks in developing countries.
People infected with the bacteria release it into their stool. The bacteria can spread from an infected person to contaminate water or food, or directly to another person. Getting just a little bit of the Shigella bacteria into your mouth is enough to cause symptoms.
Outbreaks of shigellosis are associated with poor sanitation, contaminated food and water, and crowded living conditions.
Shigellosis is common among travelers in developing countries and workers or residents of refugee camps.
The condition is most commonly seen in day care centers and group living places.

Symptoms

Symptoms usually develop about 1 to 7 days (average 3 days) after you come in contact with the bacteria.
Symptoms include:
  • Acute (sudden) abdominal pain or cramping
  • Acute (sudden) fever
  • Blood, mucus, or pus in stool
  • Crampy rectal pain (tenesmus)
  • Nausea and vomiting
  • Watery diarrhea

Exams and Tests

  • Dehydration with fast heart rate and low blood pressure
  • Abdominal tenderness
  • Elevated white blood cell count
  • Stool culture
  • White blood cells in stool

Treatment

The goal of treatment is to replace fluids and electrolytes (salt and minerals) lost in diarrhea.
Medications that stop diarrhea are generally not given because it make cause the infection to take longer to go away.
Self-care measures to avoid dehydration include drinking electrolyte solutions to replace the fluids lost by diarrhea. Several varieties of electrolyte solutions are now available over the counter.
Antibiotics can help shorten the length of the illness and help prevent it from spreading to others in group living or day care situations. They may also be prescribed for patients with severe symptoms. Frequently used antibiotics include sulfamethoxazole and trimethoprim (Bactrim), ampicillin, ciprofloxacin (Cipro), or azithromycin.
If you have diarrhea and cannot drink fluids by mouth because of severe nausea, you may need medical attention and fluids through a vein ( intravenously).This is especially common in small children.
Persons who take diuretics ("water pills") may need to stop taking such medicines if they have acute shigella enteritis. Never stop taking any medicine without first talking to your health care provider.

Outlook (Prognosis)

Often the infection is mild and goes away on its own. Most patients, except malnourished children and those with weakened immune systems, have an excellent outlook.

Possible Complications

Complications may include:
  • Dehydration - severe
  • Hemolytic-uremic syndrome (HUS), a form of kidney failure with anemia and clotting problems
  • Reactive arthritis
About 1 in 10 children with severe shigella enteritis develop neurological problems including febrile seizures or brain disease (encephalopathy) with headache, lethargy, confusion, and stiff neck.

When to Contact a Medical Professional

Call your provider if diarrhea does not improve, if there is blood in the stool, or if there are signs of dehydration.
Go to the emergency room if the following occur in a person with shigellosis:
  • Confusion
  • Headache with stiff neck
  • Lethargy
  • Seizures
Such symptoms are most common in children.

Prevention

Prevention involves the proper handling, storage, and preparation of food, in addition to good cleanliness. Hand washing is the most effective preventive measure. Avoid contaminated food and water.

Alternative Names

Shigella gastroenteritis; Shigella enteritis; Enteritis - shigella; Gastroenteritis - shigella

References

DuPont HL. Approach to the patient with suspected enteric infection. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 291.
Semrad CE. Approach to the patient with diarrhea and malabsorption.In: Goldman L, Schafer AI, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa:Saunders Elsevier; 2011:chap142.
Giannella RA. Infectious enteritis and proctocolitis and bacterial food poisoning. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger & Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, Pa:Saunders Elsevier; 2010:chap 107.

Toxoplasma gondii "musuh dalam selimut"

Kerajaan:Protista
Filum:Apicomplexa
Kelas:Conoidasida
Upakelas:Coccidiasina
Ordo:Eucoccidiorida
Famili:Sarcocystidae
Genus:Toxoplasma
Spesies:T. gondii

Toxoplasma gondii adalah spesies protozoa parasit pada genus Toxoplasma. T. gondii menyerang kucing, tetapi parasit dapat dibawa oleh semua mamalia. T. gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis.
Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi parasit Toxoplasma gondii ( T. gondii ) yaitu suatu mikroorganisme patogen yang termasuk golongan Protozoa. Parasit ini dapat ditemukan secara kosmopolit tersebar di segala penjuru dunia baik di negara tropis, subtropis maupun negara beriklim dingin. Prevalensi toxoplasmosis di beberapa daerah di Indonesia bervariasi antara 2 -51 %. Manusia dapat terinfeksi Toxoplasma melalui makanan / daging atau sayuran yang terkontaminasi parasit atau dengan cara transplasental dari ibu hamil kepada janin dalam kandungan. Walaupun bersifat patogen, T. gondii tidak selalu menyebabkan keadaan patologik pada hospesnya. Penderita dengan kekebalan tubuh yang kuat apabila terinfeksi T. gondii pada umumnya tidak mengalami keadaan patologik yang nyata walaupun pada beberapa kasus dapat juga mengalami pembesaran kelenjar limfe, rasa lelah yang berlebihan, miokarditis akut, miositis hingga radang otak Toxoplasmosis akan memberikan kelainan yang nyata pada penderita yang mengalami penurunan imunitas yang berat seperti halnya penyakit keganasan, terinfeksi HIV-AIDS atau penderita yang mendapatkan obat imunosupresan karena T. gondii akan dapat berkembang biak secara cepat tanpa dapat dikendalikan oleh kekebalan tubuh hospes. Manifestasi toxoplasmosis yang lebih serius adalah apabila infeksi terjadi pada masa kehamilan dimana parasit dapat masuk kedalam tubuh janin melalui plasenta Janin yang tentunya belum mempunyai kekebalan yang cukup akan dengan mudah terinfeksi parasit dengan akibat terjadinya abortus, lahir mati, lahir hidup dengan hidro atau mikrosefalus, gangguan motorik, kerusakan retina dan otak serta tanda-tanda kelainan jiwa Penanggulangan toxoplasmosis memerlukan pendekatan secara menyeluruh dengan memperhatikan faktor hopes dan parasitnya sendiri. Salah satu faktor hospes yang penting untuk menghadapi infeksi Toxoplasma adalah faktor imunitas. Imunitas yang kuat merupakan proteksi terhadap infeksi T. gondii karena parasit ini tidak akan menyebabkan kelainan yang serius pada hospes dengan status imun yang baik. Oleh karena itu, pemahaman aspek mekanisme imunitas yang bersifat protektif terhadap T gondii perlu diperdalam agar dapat memberikan terapi kuratif maupun preventif yang lebih baik kepada penderita toxoplasmosis. Selain itu, aspek biologik parasit terutama morfologi, siklus hidup dan cara penularan serta epidemiologi T. gondii harus dikuasai dengan baik agar lebih tepat untuk melakukan penanggulangan toxoplasmosis.

Toxoplasma gondii bisa menginfeksi semua sel yang memiliki inti sel. Sel yang paling sering diserang Toxoplasma gondii adalah Sel saraf dan sel Retikulo endothelial (Sel pada kelenjar Limfa)..
Infeksi Toxoplasma gondii di sel saraf Otak pada Janin dalam kandungan bisa merusak Otak janin dan menyebabkan kelainan mental serta gangguan karena kerusakan otak lainnya..
Pada manusia Dewasa sehat, Toxoplasma gondii yang masuk ke tubuh kita akan dibasmi oleh daya tahan tubuh Kita. Namun, Infeksi Toxoplasma gondii di sel saraf Otak mereka dengan penurunan daya tahan tubuh seperti pada penderita HIV/AIDS, bisa menyebabkan Radang Otak hebat yang sangat mematikan..
Toxoplasma gondii bisa menyerang manusia dan semua hewan berdarah panas terutama burung, ayam dan sejenisnya serta Hewan berkaki empat seperti sapi, kambing, kerbau, domba dll..
Namun, Satu-satunya hewan yang bisa menularkan Toxoplasma gondii adalah Kucing..
Usus Kucing merupakan tempat berkembang biak dan menghasilkan telur (Oocyst) untuk Toxoplasma gondii..
Bila kucing memakan Toxoplasma gondii, baik dalam bentuk Telur (oocyst) maupun bentuk lain (umumnyanya akibat kucing makan daging Tikus atau burung yang mengandung TOXO), Toxoplasma gondii di dalam usus kucing akan berkembang biak dan menghasilkan telur TOXO, Telur TOXO yang dihasilkan ini akan ikut keluar bersama kotoran kucing..
Telur Toxoplasma gondii (Oocyst) di kotoran Kucing yang ada di tanah inilah yang bisa menularkan Toxo ke Manusia dan hewan lainnya..

Referensi : Ryan KJ, Ray CG (eds) (2004). Sherris Medical Microbiology (ed. 4th ed.). McGraw Hill. hlm. 722–7.

TBC "Pembunuh terbanyak" manusia nomor 3 Penyakit Menular

APA ITU TBC ???

Tuberculosis yang biasa disebut TBC atau TB yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacteriu tuberculosis. TBC bisa menyerang paru-paru (Pulmonary TB), otak dan saraf pusat (Meningeal TB), bisa juga ke organ lain seperti: ginjal, jantung, saluran kencing, tulang, sendi, otot, usus dan kulit (Miliary TB atau Extrapulmonary TB).
b.      APA PENYEBAB TBC ???

Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Klasifikasi : Kingdom : Bacteria
                    Family     : Mycobacteriaceae
                    Genus      : Mycobacterium
                    Spesies    : Mycobacterium tuberculosis
Ciri-ciri bakteri tersebut adalah :
1)      Berbentuk Batang
2)      Sifat BTA +
3)      Susunan tersebar
4)      Badan sel dengan ujung runcing
5)      Tahan terhadap proses decolorisasi
6)      Cepat mati jika terkena sinar matahari
7)      Hidup dalam suhu kamar, tempt yang gelap dan lembab
8)      Terdapat dalam sampel sputum, LCS, getah lambung dll.
9)      Dilakukan pengecatan BTA ( Kinyoun Gabbet dan Ziehl Nelsson)
10)  Dalam tubuh, kuman ini tertidur Lama ( dorman) beberpa tahun

c.       BAGAIMANA CARA PENULARAN TBC ???

Pada orang dewasa :
1)      Orang yang menderita TB (TB aktif) bersin atau batuk dan mengeluarkan sputum droplet yang mengandung kuman TB
2)      Dari susu sapi yang tidak diolah dengan baik atau sempurna
Yang menular adalah TBC paru-paru (Pulmonary TB), masa inkubasi kumn TB adalah 6 bulan. Yang termasuk kelompok rawan TBC adalah bayi serta anak-anak usia kurang dari 1 tahun.
TBC PADA ANAK-ANAK
TBC pada anak-anak tidak dapat menular pada anak lain. Biasanya bersifat tertutup.
A.    Cara mendiagnosa TBC pada anak:

1.      Riwayat kontak/ pemaparan oleh TB aktif
TBC adalah penyakit infeksi, sehingga jika anak terkena TBC, pasti ada sumbernya.
2.      Gejala-gejala
v  Jika yang diserang paru-paru:  Berat badan menurun dalam waktu 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, nafsu makan tidak ada, demam lama tanpa sebab yang jelas, pembesaran kelenjar getah bening, gejala yang timbul dari saluran pernafasan
v  Jika yang diserang organ lain: Kaku kuduk, muntah-muntah, kehilangan kesadaran (TB Otak dan saraf pusat), Gibbus, pembengkakan tulng panggul, lutut, kaki dan tangan (TB Tulang)
3.      Test Mantoux
Merupakan test yang dilakukan untuk mengetahui orang tersebut terkena/ terinfeksi kuman TBC atau tidak
4.      Foto Rontgen
Kuman TB pada anak membangun sarang di kelenjar getah bening yang lokasinya didekat jantung
5.      Uji Bakteriologi
Yang digunakan sampel sputum
dilakukan secara mikroskopis dan sacara kultur (dibiakan dalam medium)
6.      Test darah
Dilakukan pemeriksaan LED dan hitung Limfosit

B.     Pengobatan TBC pada anak-anak
Biasanya diberi obat Isoniasid, Rifampisin, Pirazinamid
Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.
Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini.
  • Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.




Dosis obat antituberkulosis (OAT)
Obat
Dosis harian
(mg/kgbb/hari)
Dosis 2x/minggu
(mg/kgbb/hari)
Dosis 3x/minggu
(mg/kgbb/hari)
INH
5-15 (maks 300 mg)
15-40 (maks. 900 mg)
15-40 (maks. 900 mg)
Rifampisin
10-20 (maks. 600 mg)
10-20 (maks. 600 mg)
15-20 (maks. 600 mg)
Pirazinamid
15-40 (maks. 2 g)
50-70 (maks. 4 g)
15-30 (maks. 3 g)
Etambutol
15-25 (maks. 2,5 g)
50 (maks. 2,5 g)
15-25 (maks. 2,5 g)
Streptomisin
15-40 (maks. 1 g)
25-40 (maks. 1,5 g)
25-40 (maks. 1,5 g)

C.     Pencegahan TBC anak
Diberi vaksin BCG saat bayi lahir atau 2 bulan setelah lahir
  1. Pencegahan (profilaksis) primer
    Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+).
    INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-).
    Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada.
  2. Pencegahan (profilaksis) sekunder
    Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC.
    Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan.

Penyakit Jantung "Pembunuh Utama" Manusia


Serangan jantung (bahasa Inggris: Myocardial infarction, acute myocardial infarction, MI, AMI) adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa di Amerika. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:

  • 1.500.000 orang mengalami serangan jantung.
  • 478.000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
  • 407.000 orang mengalami operasi peralihan.
  • 300.000 orang menjalani angioplasti.
Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.
Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.

Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

  • Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
  • Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.
  • Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
  • Merokok.
Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
  • Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
  • Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner terblokade selama beberapa saat, entah akibat spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibat penggumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya dipasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

Gejala Serangan Jantung

Gejala-gejala ini untuk setiap orang biasa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih parah yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.
Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
  • Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
  • Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  • Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  • Palpitasi (jantung berdebar-debar)
  • Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Tanda-tanda Peringatan Dini

Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.

Diagnosis

Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

10 anggapan salah tentang penyakit jantung

  1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja
  2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda
  3. Wanita terbebas dari penyakit jantung
  4. Penyakit jantung hanya satu macam
  5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung
  6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke
  7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan
  8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah
  9. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan
  10. Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang

 beberapa jenis penyakit jantung yang perlu Anda diketahui. Daftar ini hanyalah sebagian dari belasan jenis gangguan jantung lain yang dapat mengancam kita:

1. Aterosklerosis.

2. Infark Miokard Akut
3. Kardiomiopati
4. Arritmia5. Gagal Jantung Kongestif.
6. Fibrilasi Atrial
7. Inflamasi Jantung
8. Penyakit Jantung Rematik
9. Kelainan Katup Jantung

Pustaka

  • Gowan Mary & Castolli William, Menjaga Kebugaran Jantung, tr.by: Patuan Raja; Sugeng Hariyanto & Sukon, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001.
  • Patel Chandra, Panduan Praktis Mencegah & Mengobati Penyakit Jantung, tr.by: Alextri Aantjono Widodo, PT Gramedia, Jakarta, 1998.
  • Pearce Evelyn, Anatomi & Fisiologi Untuk Paramedis, tr.by: Sri Yuliani Handoyo, PT Gramedia, Jakarta, 2002.

Bakteri patogen dalam air ( MPN Coliform )

Sampel air ulang dengan UV lebih dari 254 nM tidak menjamin bahwa kualitas air tersebut benar-benar baik dan layak untuk di konsumsi. Memang air isi ulang yang memakai UV lebih dari 254 nM memilki index MPN < 2 atau tepat 1 APM/100 ml. Namun di luar itu bisa juga ditemukan bakteri patogen seperti Pseudomonas aeroginusa dan Yersinia pestis. sehingga air tersebut tidak bisa dikatakan layak konsumsi atau air tersebut dikatakan tidak memenuhi kriteria bakteriologis yang baik. Kemungkinan adanya bakteri patogen dalam sampel air isi ulang adalah kontaminasi, bisa juga salah dalam pengambilan sampel air itu sendiri. beberapa bakteri yang mungkin bisa ditemukan dalam sampel air adalah Salmonella sp, Shigella sp, Yersinia sp,. Pencemaran oleh bakteri patogen dapat disebabkan karena sumber air yang digunakan mungkin didekat pembuangan faeces manusia maupun hewan. Khusus bakteri Yersinia sp. Itu dikarenakan air tercemar oleh faeces tikus atau bangkai tikus, sehingga air tersebut dapat menyebabkan penyakit pes. Bakteri Pseudomonas aeroginusa adalah indikator dalam air, makanan atau minuman. Jika terkontaminasi bakteri ini tidak boleh dikonsumsi, sebab bakteri ini sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh enzim yang dikeluarkan oleh Pseudomonas aeroginusa seperti toXoflavin dan fluoresein. Terkadang sampel air yang kita minum dapat juga menyebabkan diare, sebab adanya bakteri terutama bakteri genus Shigella sehingga sangat perlu kita mengonsumsi air yang benar-benar bersih dan steril agar kita tidak terkena penyakit.

Piramida di dalam Pura

Piramid di Indonesia. Klik disini


POSTER COREL

Mau hidup SEHAT? Silahkan klik disini








Buscar

 

About

All About Medical Analist Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger